Kamis 28 April

Leave a comment

image

hoamh..0.0 pagi pagi bangun denger temen baru balik dari nobar el clasico di pancoran, dia fans berat Real Madrid. Semalem dia berangkat jam setengah 11, baru pulang setengah 5 pagi, apes nya lagi tadi malam Real kalah 0-2 ūüėÄ *saya nyengir karena dah dari semalem saya ledekin dia; kalo Real kalah saya sorakin dia haha, dasar SMOS..

Setelah diam sejenak di kasur tuk benar-benar sadar, gw langsung ke kamar mandi, cuci muka wudhu dan berangkat ke masjid. Alhamdulillah pagi ini ga telat shalat subuh jamaah di masjid komplek. Masjid Uswatun Hasanah. Keluar kost udara terasa begitu sejuk, terimakasih ya Allah nikmat-Mu memang tak pernah terhitung nilainya. Sambil merenung apa yang akan saya lakukan hari ini saya terus berjalan menuju ke masjid. Tak terasa walau berjalan sendirian, 5 menit berlalu, saya sampai di halaman masjid. Seperti biasa, karena sudah wudhu dari kost, saya cuma ke kran yang ada di dekat taman tuk sekedar mencuci kaki lalu masuk ke dalam masjid.

2 rakaat qobliyah subuh kemudian muadzin mengumandangkan iqomah, imam rawatib langsung ke depan, ma’mum merapatkan barisan untuk kesempurnaan shalat dan ditekankan Rasullullah sebagaimana hadits dari ‚ÄėAisyah Radhiallahu ‚Äėanha, dia bercerita : Rasulullah Shollallahu ‚Äėalayhi wa Sallam bersabda :

‚ÄúSesungguhnya Allah dan Para Malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang menyambung barisan. Barang siapa menutupi kerenggangan (yang ada dalam barisan), niscaya dengannya Allah akan meninggikannya satu derajat.‚ÄĚ (HR. Ibnu Majah,Ahmad, Ibnu Khuzaimah,Al-Hakim,¬† dinilai Shahih oleh Adz-Dzahabi dan al-Albani).

shalat subuh pun dilaksanakan dengan berjamaah.

Selesai shalat, langsung pulang ke kost, dan lagi lagi jalan sendiri… matahari belum tampak, itu artinya saya emang ga lama di masjid. Selesai shalat, ikut dzikir bareng jamaah lain sebentar, kemudian doa dan saya langsung pulang. Dari meninggalkan kost sampe balik ke kost lagi, cuma memakan waktu 30 menit. Ya, waktu sampe di kost, liat jam masih jam 5.00 di dinding. Sampe kost, sebelum brganti pakaian, saya smpatkan baca qur’an 3 lembar. Inilah waktu yang masih bisa saya bela2in baca firmanMu ya Allah, di waktu yang lain belum saya lakukan kecuali setelah magrib sekali dua kali (semoga Engkau ampuni kelalaian hambaMu ini).

Selesai baca qur’an, liat jam masih kurang dari setengah 6, tiba-tiba ada sms masuk, ternyata sms balesan adkku yang tadi malam blm dijawab. Akhirnya pagi ini sambil baca-baca buku cost-accounting tuk persiapan kuis, saya sms-an sambil mengusir jenuh karena pagi ini teman2 kost semua masuk jam 8. artinya sampe jam 10.00 sebelum berangkat kuliah, saya sendiri di kost.

Jam 8 pagi sarapan bubur kacang ijo, abis itu baru mandi *kebalik nih, mestinya kan mandi dulu baru sarapan, tp gpplah yg penting mkannya tetep kenyang mandinya tetep bersih hehe. Sambil menunggu jam berangkat ke kampus, saya buka-buka lagi chapter Activity Based Costing – System tuk persiapan kuis nanti siang sembari sms-an dgn adkku yg kebenaran dia hari ini kuliahnya kosong.

Ga kerasa dua jam pun lewat, stelah semua dah disiapkan, saya berangkat ke kampus. Cuaca cerah, hampir panas. Kampus lumayan dekat, seperti biasa hari ini jalan kaki ke kampus, lagi sungkan pake sepeda. Alhasil sampe di kampus pun keringetan.

Hari ini cuma ada satu mata kuliah, Cost-Accounting. Mata kuliah yang midsemester kmaren buat shock karena cuma dapet nilai 41 dari nilai maksimal 100. Pagi ini ada kuis tuk materi yang disampaikan minggu lalu. Gara-gara midsemester kmaren nilai rata-rata kelas yang teenager istilah si dosen (nilainya belasan..), tengah semester ini metode pengajaran pun berubah, dari yang sebelumnya dosen penyaji tunggal, sekarang mahasiswa dibagi berkelompok yang kemudian menjadi penyaji. Mahasiswa dibuat lebih aktif, ditambah lagi dengan pengerjaan soal latihan ke depan kelas yang diiming-imingi penambahan komposisi nilai semester 10 poin per maju dari si dosen. Tak selesai disitu, setengah jam pertama kuliah pun dipake untuk kuis materi minggu sebelumnya, untuk memberikan gambaran sejauh mana kemampuan para mahasiswa. Jangan sampai kejadian tengah semester lalu yang dikira dosen mahasiswa sudah faham tapi ternyata nilai ujian midsemesternya anjlok semua.

Jadwal kuliah setengah 11, tapi dosen datang jam 11 karena dikira bakal kayak minggu sebelumnya kelas belum bisa dipake lantaran kelas yang sedang menggunakan ruangan belum bubar. Sedikit bincang-bincang kemudian dosen memberi aba-aba ke kelas tuk melaksanakan kuis.

Soal dibagikan, lembar jawaban dibagikan, waktu pengerjaan hanya dijatah 30 menit. Lihat soal cuma ada dua, satu soal dari chapter Departementalisasi  dan satu soal lagi Activity Based Costing (ABC). Setelah baca sekilas, langsung ngerjain.. untuk soal pertama diminta pake Step Method, satu perusahaan dengan 3 departemen produksi dan 3 departemen jasa. Oke bisa saya kerjakan.. Soal kedua, ABC РSystem, dikasih tabel data unsur biaya dalam produksi Barca Co. yang memproduksi dua produk. Diminta untuk mengalokasikan biaya-biaya tersebut berdasarkan aktivitas sesuai dengan porsi masing-masing pemicu biaya. Untuk soal kedua ini Alhamdulillah juga faham, karena memang soalnya kategori Exercise bukan Problem, tapi sayangnya belum sempat tuk dirampungkan, baru setengah jalan, waktunya sudah habis, kerjaan pun dikumpulkan walau belum tuntas.

Selesai kuis, kelompok yang kebagian materi Standard Costing langsung mempersiapkan diri tuk presentasi dan menjelaskan ke teman-teman. Wow banyak sekali pernak pernik di Standard Costing ini, variance, efficiency, favorable dan unfavorable, dll. Selesai dijelaskan, walau belum faham 100% teman2 yang sudah “dijatah” mengerjakan soal latihan ke depan langsung bergegas mengambil posisi masing-masing di white board. Mereka maju ke depan dalam rangka memotivasi tuk ujian berikutnya juga untuk mendapatkan poin tambah karena nilai kami yang teenager.

Selesai kuliah Cost Accounting, kumpul sebentar dengan teman-teman satu kelompok untuk mata kuliah Management Stratejik membahas pembagian tugas tuk makalah yang akan dikumpulkan minggu tengah malam. Memang bagusnya makalah itu dibahas bareng, didiskusiin dan dituangkan bareng ke dalam tulisan, tapi apa mau dikata, mood temen2 selalu ga sama, susah kompak, terpaksalah tugas dibagi per individu dan kemudian dikumpul ke satu orang yang bertugas meng-compile dan membuat slide. Yang penting tugas kelar, isinya hadoh ga usah dibahas.

Selesai kuliah, pulang ke kost sampe jam 2. Habis zuhur istirahat sebentar, eh ternyata sebentar nya kebablasan sampe ashar… Shalat ashar dan kemudian sedikit meneruskan membaca buku 13 Wasiat Terlarang-nya si Ippho Santosa. Dapet berapa halaman, lumayanlah untuk “pembaca pemula” yang sedang memulai membangkitkan minat baca.

ada satu kalimat yang terngiang malam ini dari hasil baca tadi, yaitu jangan sekedar positive thinking (baca: kiri) tapi kita juga mesti mampu tuk positive feeling (baca: kanan) karena banyaknya pikiran yang lalu lalang dalam benak kita setiap hari nya (otak kiri), perlu perasaan tuk mengendalikannya (otak kanan). Salut dengan orang-orang ‘kanan’ seperti si ippho right ini, sangat sangat kreatif. Saya akan berusaha tuk menerapkan apa petuah2 ‘kanan’ yang diajarkannya sebagai ujud keinginan saya tuk berubah.


hm.. ga kerasa ternyata sekarang dah malam, 22.46. Dah saatnya tuk siap-siap beristirahat. Alhamdulillah tadi tuk isya’ juga bisa ikutan jamaah di masjid. Ini juga tekad saya tuk merutinkan shalat jamaah ke masjid, tapi mengingat perubahan itu perlu tahapan yang konsisten dan brkelanjutan, tuk awal ini saya prioritaskan subuh dan isya terlebih dahulu. Semoga diberikan kekuatan dan kekonsistenan oleh yang Maha Kuasa, Amin

Tulisan ini, kegiatan ini, adalah wujud dari tekad saya tuk berbenah. InsyaAllah

Advertisements

Belajar Belajar Belajar

Leave a comment

Hufth.. setelah ujian hari pertama tuk midsemester ini, yg di kampus saya lbh dikenal dgn sebutan UTS (Ujian Tengah Semester), rasanya pngen nuangin uneg2 tentang Belajar.

Setelah 2.5 jam berkutat dengan 10 soal True/False, 30 Multiple Choices, dan 5 Problem, rasanya otak langsung hang, mandeg ga bisa mkir enteng. Seolah overload. Padahal soal2 itu semuanya gampang2 (*iya tp jwabannya yang susah). Ga.. Bneran deh, soalny gampang jwabnya jg gampang, asal.. kita sudah belajar dengan matang.. (ini kalimat favorit dosen2ku, “kalian ga usah khawatir dgn nilainya ntar, smua saya jamin bagus” teman2 pun awal2ny lgsung gmbira dan tepuk tangan, eh kalimat doaen dsambung lagi “asal… kalian bisa ngerjain soal2ny dengan baik” #gubrak)

Ga ada yang salah dengan jumlah jam pngerjaan ataupun soal yg kbnyakan. Jamnya cukup level soalny jg medium aja. Tapi kenapa koq otakny hang? Ga laen karena proses belajarny yang salah. Gimana ga salah klo bukunya 500an halaman lbh, bahkan ga cuma 1 literatur, maunya dibaca dlm 2 hari. Ke laut aje lo!!

Oke, skrg kita runut ke belakang, kenapa koq bisa terjadi seperti itu?

Setelah saya pikir2, dan hampir kelamaan mikir, akhirnya saya sadari. Faktor utamanya adalah motivasi pribadi untuk belajar itu yang salah. Belajar cuma buat ujian, belajar lagi cuma buat perbaikan, jarang banget belajarnya buat “peningkatan” kemampuan dan kualitas diri.

Saat kita belajar untuk ujian, semua yg kita baca terkekang dengan kisi2, gitu jg saat perbaikan, fokus hanya bagian2 tertentu yg diujikan kembali. Jadi kapan kita membaca literatur itu secara agregat, dari a smpe z dengan ikhlas dan enjoy?? Belajarnya dah trbatasi hal2 tertentu, moodny jg dbayangi ktrpaksaan. Jadi wajar saja kalau nanti hasilny jg wajar (wajar dengan usaha sekedarmu itu nak).

Untuk itu, saya bertekad, untuk belajar dengan ikhlas dan mngajak teman2 untuk juga ikhlas seperti ini. Supaya ilmu yang didapat semakin banyak makin bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, apalagi ini bulan ramadhan. Mari belajar dengan motivasi “meningkatkan kemampuan dan kualitas diri”.

Wal ‘ashrii innal insaana la fii husrin illalladzina aamanu wa’amilushsholihati watawaa shoubilhaq, watawa shoubishshobr.

Bismillah..