image

Jakarta makin hari makin padat, ga cuma padat warganya tapi juga padat kendaraan yg sehari-hari digunakan oleh warga Jakarta tuk mendukung aktivitasnya. Bahkan sekarang pemprov DKI pun sudah kewalahan tuk mengatasi kaemacetan akibat jumlah kendaraan yang tak sebanding lagi dengan kapasitas jalan raya yang ada.
Tercatat setiap hari terjadi penambahan setidaknya 1100 jumlah kendaraan di Ibu Kota ini. “Pertumbuhan itu
didominasi sepeda motor sebanyak 900 kendaraan,” kata Deputi Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi Pemprov DKI Jakarta, Soetanto Soehodho, di acara diskusi di Hotel Oriental, Jakarta, Rabu (15/6/2011).
Seminggu terakhir Pemerintah pun sibuk mencari solusi bagaimana mengatasi kemacetan yang melumpuhkan transportasi Jakarta khususnya di peak season. Ada wacana pembatasan berdasarkan genap-ganjil ada juga dengan warna gelap-terang, dan ntah apalagi solusi aneh yang ditawarkan selanjutnya. Padahal semua kita tahu, kendaraan pribadi yang terus memenuhi jalan raya ini akibat tidak layaknya fasilitas transportasi umum. Lihat di negara-negara maju seperti Amerika, Singapura, Malaysia dan Jepang, pemerintah disana menyediakan banyak anggaran untuk membangun sarana prasarana transportasi umum. Kalo pake transportasi umum bisa nyaman orang2 enggan tuk bawa kendaraan pribadi, kecuali tuk kondisi2 trtentu sperti liburan.

Lho..kok kita malah bahas macet ya? td kan mau cerita bicycle parking-nya Bintaro Plaza (BP)?? Oke, gpp toh masih nyambung juga. Karena tidak optimalnya moda transportasi umum, banyak warga mambawa kendaraan sendiri jika bepergian. Mereka bawa mobil walau kadang hanya sendirian, tentu alasannya kenyamanan, ada yang bawa sepeda motor, dan ada juga yang bawa sepeda gowes.. Nah tuk sepeda gowes repotnya kadang kalo kita ke tempat-tempat tertentu misalnya ke mall, kita bingung mau parkirin sepeda dimana, ga seperti mobil atau motor yang udah disiapin khusus bahkan dengan sistem secure parking. Tapi sekarang hal ini tidak perlu kita khawatirkan lagi, sudah banyak tempat-tempat umum yang menyediakan parkiran khusus sepeda, contohnya di BP. Walau jumlahnya belum memadai, hanya 10 slot, anda ga perlu khawatir karena satu jam saya ini perhatiin hanya satu sepeda yang ngisi, itu juga mgkin sepeda karyawan disini, karena dia udah parkir sejak pagi sebelum “jam buka” BP. Apa karena belum pada tau kalo di BP dah ada parkir sepedanya, kayak saya, makanya belum banyak yang memanfaatkan. Kalo dah pada tau saya yakin jumlah 10 slot ini bakal jadi rebutan, apalagi kita tau BP dekat dengan kampus STAN. Apa hubungannya dgn kmpus?? ya kan biasanya mahasiswa lebih suka yang sehat (baca: irit) kyak sepeda-gowed ketimbang sepeda-motor..hehe
Nah bagi temen-temen sekitar BP yang baru tau (atau saya aja yg baru tau??hoho..dah lama jg ga maen k BP, tp pastinya 2 bulan lalu tu parkiran blm ada), silahkan dicoba tu bicycle parking, tempatny ada di dekat ATM center pintu barat. Tadi saya tau jg ga sengaja, karena toko2 blm pada buka ya saya cari2 tempat du2k dan saya ingat di ATM center ada tmpat du2k2. Mari kita semarakkan transportasi sehat nan ramah lingkungan. Walaupun ga mengurangi macet yang pasti sepeda gowes bisa mengurangi polusi ketimbang kita pake kendaraan brmotor.

Semoga bermanfaat.

Advertisements